Tak Bisa Ku Milikimu

Karya Wina Rosmawati

"Coba kamu ambil keptusan! Siapa yg kamu pilih? Aku atau dia? Kenapa kamu hanya diam?"

"Aku menyayangimu dan dia, maafkan aku. Aku tak bisa mmilih."

"Sudahlah, mulai saat ini jangan ganggu aku lagi. Sudah cukup Dith kamu khianatin aq. Lebh baik aku saja yg mengalah. Kita putus."


Tiit, tiit, tiit. Ku tu2p telpon itu dgn penuh rasa kesal, kecewa, marah, sedih.
Dia radith kkasihku atw mungkin sekarang mantanku. Sudah 1tahun lebih kita pacaran, tapi cinta radith d kalahkan oleh keadaan. Semenjak kita d pisahkan karna dia kuliah d luar kota, dia mndadak berubah, ya ternyata dia selingkuh dengan teman kampusnya.

Kriiing, kriing, kriing.
"Mau apa lagi dy telpon aq? Sudahlah tak akn ku hiaraukan dia."

Ketika kulihat hp-ku ternyata itu bukan radith, melainkan dari nugi sahabat baik radith yg memang teman curhat aku juga.

"Nugi?"

"Kenapa kamu putusin dia Nay?"

"Harusnya kamu tidak harus tanya kenapa? Kamu pasti tahu semuanya kan? Kamu pasti tahu kalau selama ini radith selingkuh. Nugi, kenpa kamu tidak blang sama aku?"

"Maafkan aq nay. Sebenar.y aq ingin bilang sama kamu, tapi aku ini shbatnya radith."

"Ya sudahlh nu, tidak apa2. Aku harap ini yg terbaik."

Semenjak aq ptus sama radith, nugi selalu ada buat aq, ketika aq ingat radith, ingin cerita tentang radith dia selalu setia mendengarkanku.

***

Di suatu malam yg begitu indah, tiba2 aq teringat radith, entah kenapa aku sangat merindukannya. Hingga tak kuasa menahan tetesan airmata ini.
"Radith, meski kamu sakiti aku, aku mash tetap menyayangimu. Andai saja kamu tahu dith, gimana aku disini. Melewati hari tnpa kasih syangmu yg memang biasa aku dapatkan. Apa kamu telah melupakanku?"

Lamunanku dikagetkan oleh suara hp-ku yg berbunyi, tanda panggilan masuk.

"Halo, siapa ini?"

"Nay ini aku radith. Nay, aku mhon maafkan aku."

"Kenapa baru skarang? Selama ini kemana saja?"

"Aku selalu coba hubungi kamu. Tapi telepon dan sms aku tak pernah kau anggap."

"Aku terlalu sibuk dith."

"Sesibuk itukah kamu nay? Hingga tak sempat mengangkat telponku sbentar saja?"

"Aku sibuk menata hatiku yang telah hancur karenamu dith, dan kamu tahu? Pecahan ini sangat kecil, hingga sulit bagiku untuk menyatukannya kembali."

"Maafkan aku nay. Aku tahu aq salah, tapi aku tak bisa berbuat apa2 . Kamu tahu kan nay? Aku tak biasa hubungan jarak jauh, tapi kamu harus tau nay, aku begitu menyayngimu. Sampai kapanpun aku akan menyayangimu."

"Simpan semua itu dith, aku tidak mau dengar kata2 itu, dari dulu kamu berikan aku janji2 manis, tapi apa nyatanya. Kamu hancurkan kesetiaan aq dith! Kamu takan mengerti gimana sakitnya aku. Sudahlah lupakan aku, aku yakin kamu akan lebih bahagia sama dia."

"Aku mohon maafkan aku. Aku menyesal."

Hari, minggu, bulanpun berlalu. Akupun mulai dekat dengan nugi. Nugi mampu membuatku tersenyum kembali, mampu mencabut duri yang menancap dihatiku.
Suatu hari nugi telpon aku, dan tak kusangka dia . . . .

"Aku suka kamu nay."

"Hahahaha, kamu ini memang lucu ya nu. Bisa saja menghiburku."

"Kali ini aku tidak bercanda nay, aku serius."

"Kamu serius nu?"

"Ya nay, ini bukan bualan. Aku sayang sma kamu. Apa kamu punya perasaan yang sama?"

"Kamu sangat berarti buat aku, disaat aku membutuhkan seseorang kau hadir dan mampu membuatku tersenyum kembali. Jadi bhong kalau aku tidak punya perasaan lebih sama kamu. Tapi nu, aku mantan sahbat baikmu, radith."

"Aku tahu nay, bagiku tahu kamu syang sama aku, itu sudah cukup. Meski aku berharap kamu jadi milikku, tapi itu takan mungkin, aku tak mau kalau sampai melukai sahabt baikku sendiri."

Itu cukup menyakitkan buatku. Tanpa ku sadari airmataku menetes.

"Walaupun kita belum pernh ketemu, tapi aku nyaman sma kamu nu. Apakah radith tau tentang kdekatan kita?"

"Tidak nay, sudah hancur persahabatan ini kalau Radith sampai tahu kedekatan kita, karena aku tahu Radith sayang banget sama kamu."

"Baguslah Nu. Jadikan ini rahasia indah kita. Meskipun kita tak bisa bersama, tapi aku tak pernah menyesal telah mengenalmu."

"Andai aku bisa memilikimu Nay. Aku pasti sangat bahagia, ijinkan aku ucapkan sesuatu sama kamu. I LOVE YOU my little queen."

"I LOVE YOU TOO my prince."

Rasa ini sungguh indah walaupun tak bisa ku memilikinya. Sampai saat ini aku tetap dekat dengan Nugi. Rasa ini akan ku simpan selalu, akankah aku memilikinya? Aku tidak tahu. Aku tahu dia menyayangiku itu cukup bagiku.

The End

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar